BERITA

Gubernur Bobby Nasution Lantik Tiga Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Tekankan Target Pembangunan Terukur

(18 September 2026)

Berita

Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution melantik tiga pejabat pimpinan tinggi pratama di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut. Dalam pelantikan tersebut, Bobby menekankan pentingnya target capaian pembangunan yang terukur, berbasis data, serta didukung kolaborasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD).

Pelantikan dan pengambilan sumpah/janji jabatan tersebut berlangsung di Aula TRN, Rumah Dinas Gubernur, Jalan Sudirman Nomor 41 Medan, Jumat (18/9/2026). Tiga pejabat yang dilantik yakni Terang Dewi Susantri Ujung sebagai Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Rudi Hadian Siregar sebagai Kepala Biro Umum Setdaprov Sumut, serta Evan Botung Daulay sebagai Kepala Biro Perekonomian Setdaprov Sumut.

"Harapan kami, anda bisa menjalankan amanah, tugas dengan sebaiknya. Karena jabatan itu nantinya harus anda pertanggungjawabkan, terutama di hadapan Tuhan Yang Maha Esa," ujar Gubernur didampingi Wakil Gubernur  Surya, Pj Sekdaprov Timur Tumanggor serta seluruh pimpinan OPD Pemprov Sumut.

Dalam sambutannya, Gubernur Bobby Nasution menekankan pentingnya target capaian pembangunan di setiap sektor. Pada sektor pariwisata, pemerintah perlu melakukan intervensi yang tepat agar jumlah kunjungan wisatawan ke berbagai destinasi di Sumut terus meningkat.

"Saya berharap selesai pelantikan, bagaimana bisa meningkatkan jumlah wisatawan melalui berbagai event. Bukan harus seremonial, yang terpenting berbasis data yang akurat, apa yang harus diintervensi oleh Pemprov Sumut," jelas Gubernur Bobby Nasution.

Bobby juga menekankan perlunya perencanaan yang baik dan penjabaran target capaian dalam periode waktu tertentu. Menurutnya, pengembangan pariwisata juga membutuhkan kolaborasi dengan OPD lainnya, termasuk pembangunan infrastruktur sebagai salah satu pendukung utama.

"Jumlah wisatawan kita ini sangat rendah, 200 ribu (kunjungan) per tahun. Sedangkan di tempat lain, bahkan provinsi di negara tetangga angkanya bahkan di atas 2 Juta, dan kita hanya 10 persennya. Targetnya juga bukan hanya jumlah kunjungan, tetapi berapa lama wisatawan itu tinggal, dimana semua OPD juga mendukung Disbudparekraf," jelas Gubernur Bobby Nasution.

Kepada Kepala Biro Perekonomian Setdaprov Sumut, Bobby berpesan agar memperkuat kolaborasi dengan dunia industri, sektor pertanian dan perikanan, serta Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Hal tersebut dinilai penting, terutama dalam merespons berbagai keluhan masyarakat terkait stabilitas harga bahan pokok.

"Perhatikan indikator makro ekonomi, dan jadilah orang tua bagi BUMD serta jangan mempersulit rencana bisnis," ujar Bobby.

Sementara itu, kepada Kepala Biro Umum Setdaprov Sumut, Bobby menekankan pentingnya efisiensi penggunaan anggaran dalam setiap kegiatan. Belanja pemerintah, menurutnya, harus memperhatikan efektivitas, manfaat, dan kebutuhan kerja.

"Untuk kita semua, tolong jauhi korupsi, pungli atau hal yang merugikan masyarakat, merugikan keuangan negara. Apalagi beberapa waktu lalu kita baru dengar paparan dari KPK," sebut Gubernur.

Senada dengan pesan tersebut, Kepala Disbudparekraf Sumut Terang Dewi Susantri Ujung mengatakan akan menjalankan tugas sesuai instruksi Gubernur Sumut Bobby Nasution. Pihaknya juga akan menyusun rencana pembangunan dan target capaian yang terukur, terutama untuk pelaksanaan program pada tahun anggaran 2027.

(Sumber: Diskomnfo Sumut)

BERITA LAINNYA

Gubernur Bobby Dorong IMT-GT Lahirkan Proyek Konkret dan Investasi Berdampak bagi Masyarakat

Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution mengharapkan forum Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT) menghasilkan langkah konkret berupa penurunan hambatan lintas batas, proyek dan investasi, serta peningkatan nilai tambah ekonomi. Seluruh langkah tersebut diharapkan memberikan dampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Hal itu disampaikan Gubernur Bobby Nasution dalam sambutannya pada acara Makan Malam Bersama Pertemuan Tingkat Menteri IMT-GT ke-32 Tahun 2026 di Grand Ballroom Hotel JW Marriott, Medan, Rabu (9/9/2026) malam. Hadir di antaranya Menteri Dalam Negeri RI Muhammad Tito Karnavian, Menteri Ekonomi Malaysia Akmal Nasrullah, Gubernur Perlis Abu Bakar Hamzah, Wakil Menteri Dalam Negeri Thailand Sasithorn Palattadej, Gubernur Trang Songklod Sawar Gwong, Wakil Gubernur Sumut  Surya, Pj Sekdaprov Sumut Timur Tumanggor, serta para pejabat dari tiga negara.

Pertemuan IMT-GT, kata Bobby Nasution, merupakan forum strategis untuk mengubah kedekatan geografis ketiga negara di kawasan Selat Malaka menjadi keunggulan ekonomi bersama. Sejalan dengan visi Tahun 2036, kerja sama ini diarahkan untuk membangun subkawasan yang semakin terintegrasi, kompetitif, inklusif, dan berkelanjutan dengan manfaat yang nyata dan merata bagi masyarakat.

“Pembahasan Chief Ministers’ and Governors’ Forum (CMGF) ini menegaskan perlunya IMT-GT bergerak dari agenda kerja sama menuju implementasi yang terukur dan berdampak. Mendorong intergrasi agenda hijau (pelestarian lingkungan), proyek siap investasi khususnya pengelolaan sampah dan ekonomi dengan mobilitas rendah karbon, efisiensi energi serta ketahanan banjir,” ujar Bobby Nasution.

Bagi ketiga negara, Gubernur berharap IMT-GT dapat mendorong perluasan akses pasar, memperkuat perdagangan dan konektivitas, meningkatkan nilai tambah dan daya saing, serta mendorong kolaborasi di bidang pariwisata, pengembangan sumber daya manusia (SDM), dan inovasi untuk mendukung pertumbuhan ekonomi bersama. Sebagaimana Sumatera Utara, manfaat forum ini harus dapat tercermin melalui penguatan konektivitas pelabuhan dan kawasan ekonomi ke pasar regional hingga peningkatan nilai tambah komoditas.

“Dalam konteks ini Sumatera Utara siap memperkuat peran dalam IMT-GT melalui penyelarasan prioritas, penyiapan proyek siap investasi dan kolaborasi lintas sektor untuk mendorong manfaat ekonomi nyata bagi daerah,” jelasnya.

Karena itu, lanjut Gubernur, keberhasilan pertemuan 32 provinsi dan negara bagian di tiga negara tersebut dapat diukur melalui penurunan hambatan lintas batas, realisasi proyek dan investasi, serta peningkatan perekonomian masyarakat. Dengan demikian, kerja sama IMT-GT tidak hanya berhenti pada kesepakatan, tetapi berlanjut menjadi aksi nyata, dengan Sumatera Utara sebagai salah satu dari 10 provinsi di Sumatera yang tergabung dalam forum IMT-GT.

Senada dengan itu, Menteri Dalam Negeri RI Muhammad Tito Karnavian menyebutkan bahwa kerja sama nyata harus dapat dilahirkan dari pertemuan tersebut. Hal itu sejalan dengan semangat awal pembentukan forum IMT-GT pada 1993, ditambah keterlibatan Asian Development Bank (ADB) sebagai mitra pembangunan daerah sejak 2007.

Selain itu, lanjut Mendagri, 10 provinsi di Indonesia yang berada di wilayah Sumatera dan tergabung dalam IMT-GT memiliki potensi yang sangat luar biasa. Dengan kedekatan geografis tersebut, tiga negara diharapkan mampu mengakselerasi pertumbuhan ekonomi sehingga memiliki daya saing tinggi di tingkat dunia, sekaligus membuktikan nilai strategis kerja sama regional selama lebih dari tiga dekade.

“Ke depannya, IMT-GT harus terus berkembang. Tidak sekadar menjadi forum dialog, tetapi bertransformasi menjadi wadah yang menghasilkan proyek-proyek konkret dan terukur dengan manfaat langsung bagi masyarakat.”

Kepada tuan rumah pelaksanaan Forum IMT-GT, Tito mengapresiasi dukungan penuh Gubernur Bobby Nasution dalam menyukseskan kegiatan tersebut. Sebab, meskipun program ini menjadi tanggung jawab Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Provinsi Sumut telah memberikan pelayanan terbaik bagi para tamu dari dua negara tetangga.

“Saya tahu anda telah bekerja keras untuk mempersiapkan acara ini. Sekali lagi saya berterimakasih,” sebut Tito Karnavian yang mewakili Pemerintah Indonesia pada pertemuan tersebut.

(Sumber: Diskomnfo Sumut)

IMT-GT di Sumut Diharapkan Dorong Aksi Nyata dan Buka Peluang Investasi Baru

Rangkaian kegiatan Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT) mulai berlangsung di Sumatera Utara (Sumut). The Chairman of IMT-GT Joint Business Council (JBC) Indonesia Sjahrian Harahap berharap pertemuan tersebut dapat memperkuat sinergi ketiga negara sekaligus mendorong lahirnya investasi dan kemitraan bisnis yang konkret.

“Pertemuan JBC di Medan ini diharapkan dapat memperkuat sinergi ketiga negara sebagai mesin pertumbuhan ekonomi utama di Asia Tenggara melalui aksi nyata dan pembukaan peluang investasi baru,” kata Sjahrian saat Joint Business Council (JBC) Meeting di JW Marriott Medan, Senin (7/9/2026).

Menurut Sjahrian, forum tersebut menjadi momentum untuk mentransformasi semangat kerja sama segitiga pertumbuhan menjadi investasi riil dan kemitraan bisnis yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat.

"Hari ini lebih dari sekadar pertemuan. Ini adalah kesempatan untuk mengubah semangat kerja sama menjadi kemitraan bisnis nyata, investasi nyata, dan dampak ekonomi nyata," ujar Sjahrian.

Sjahrian menekankan, ketiga negara memiliki kekuatan fundamental yang besar di berbagai sektor, mulai dari perdagangan, pertanian, manufaktur, pariwisata, logistik, ekonomi digital, industri halal, energi, hingga infrastruktur.

Karena itu, para pemimpin bisnis yang hadir diharapkan tidak sekadar menjadikan platform IMT-GT sebagai tempat bertukar gagasan, tetapi juga sebagai sarana untuk menghasilkan kesepakatan, mengembangkan proyek, serta membuka pasar baru.

“Saya berharap rapat JBC ini berjalan produktif, bermakna, dan sukses. Bersama-sama, mari kita hubungkan bisnis, ciptakan peluang, dan ubah kerjasama menjadi kesejahteraan. Terima kasih dan selamat datang di Medan," kata Sjahrian kepada para delegasi yang hadir.

Sementara itu, Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Dinas Komunikasi dan Informatika Sumut Porman Mahulae mengatakan, dalam rangkaian kegiatan IMT-GT juga akan dilaksanakan penandatanganan kesepakatan bersama antara 10 gubernur se-Sumatera.

Kesepakatan tersebut diharapkan dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat Sumut, khususnya masyarakat di Pulau Sumatera.

“IMT-GT telah mulai dilaksanakan, diharapkan akan membawa dampak nyata bagi perekonomian regional, khususnya Sumut atau Sumatera,” kata Porman.

(Sumber: Diskominfo Sumut)

Peringati Maulid Nabi 1448 H, Bobby Nasution Minta ASN Wujudkan Keteladanan Rasulullah

Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution meminta aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut menerapkan keteladanan Rasulullah SAW dalam pelaksanaan tugas dan pelayanan kepada masyarakat. Setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) harus menyusun langkah konkret sesuai bidang tugas masing-masing, agar nilai-nilai keteladanan tersebut tidak berhenti pada peringatan seremonial.

Hal itu disampaikan Bobby saat menghadiri Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H/2026 M di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumatera Utara, Jalan Diponegoro Nomor 30, Medan, Kamis (27/8/2026).

"Setiap tahun kita bicara tentang meneladani Rasulullah dalam pelayanan dan pekerjaan. Namun, hal itu kadang sulit dinilai. Saya minta setiap OPD dibagi tugasnya secara jelas, apa langkah konkret meneladani Rasulullah yang bisa diterapkan, sehingga benar-benar terealisasi," ujar Bobby di hadapan para ASN.

Dalam arahannya, Bobby juga mengajak seluruh pihak memaknai pembangunan masjid sebagaimana yang dilakukan Rasulullah SAW saat hijrah ke Madinah. Menurutnya, masjid tidak hanya memiliki fungsi fisik sebagai tempat ibadah, tetapi juga harus dihidupkan melalui fungsi sosial dan pemakmurannya di tengah masyarakat.

Bobby juga memberikan perhatian khusus terhadap kesejahteraan para qari di Sumut. Ia mendorong adanya pemberian insentif yang lebih layak bagi imam dan qari di 33 kabupaten/kota, agar mereka dapat memiliki taraf hidup yang lebih baik.

"Jangan sampai qari kita kalah pendapatannya dari petugas keamanan. Jangan sampai karena alasan ekonomi, potensi para qari justru terabaikan. Pemerintah Provinsi harus hadir memberikan apresiasi dan insentif yang layak," tegasnya.

Di akhir sambutannya, Bobby mengingatkan seluruh ASN Pemprov Sumut untuk bekerja dengan empati dan tidak menjadi pemicu keresahan di tengah masyarakat. Pesan tersebut ditujukan kepada ASN yang bertugas di lapangan maupun mereka yang menjalankan pekerjaan di balik meja.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H tersebut juga diisi tausiyah oleh Ustaz Mulkan Azhima. Dalam ceramahnya, ia mengajak seluruh jemaah untuk senantiasa memperbanyak rasa syukur atas segala nikmat yang diberikan Allah SWT.

Ia menekankan, rasa syukur merupakan salah satu kunci meraih ketenangan hidup, baik dalam menjalankan tugas sebagai pelayan masyarakat maupun dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, hati yang dipenuhi rasa syukur tidak mudah tergoda oleh hal-hal negatif serta mampu menghadapi berbagai tantangan pekerjaan dengan lebih tenang dan ikhlas.

Acara tersebut turut dihadiri Ketua Tim Penggerak PKK Sumut Kahiyang Ayu, unsur Forkopimda Sumut, Staf Ahli I TP PKK Sumut Tietik Sugiharti Surya, Ketua Harian LPTQ Sumut Ustaz Yasir Tanjung, Ketua Babinrohis Sumut Damri Tambunan, para pimpinan OPD dan BUMD, perwakilan perguruan tinggi, serta jajaran ASN di lingkungan Pemprov Sumut.

(Sumber: Diskominfo Sumut)

Gubernur Bobby Nasution: Kendalikan Inflasi dan Pemerataan Pembangunan Wujud Mengisi Kemerdekaan

Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution menegaskan bahwa pengendalian inflasi dan pemerataan pembangunan menjadi bagian dari upaya mengisi makna 81 tahun Kemerdekaan Republik Indonesia. Langkah tersebut diwujudkan melalui kebijakan menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok serta mempercepat pembangunan di wilayah yang selama ini membutuhkan perhatian lebih, khususnya Kepulauan Nias.

 

Pernyataan tersebut disampaikan Bobby Nasution usai mengikuti Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih dalam rangka Peringatan Hari Kemerdekaan ke-81 Republik Indonesia di Lapangan Astaka, Jalan Willem Iskandar, Kecamatan Percut Seituan, Kabupaten Deliserdang, Senin (17/8/2026). Upacara dihadiri unsur Forkopimda Sumut, organisasi kemasyarakatan, pelajar, ASN, serta tamu kehormatan dari negara sahabat.

 

Usai upacara, Gubernur menjawab pertanyaan wartawan terkait harga bahan pokok yang memengaruhi inflasi, terutama di sejumlah daerah. Menurutnya, pengendalian harga pangan, khususnya beras, menjadi perhatian pemerintah agar masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.

Bobby Nasution juga menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Sumut untuk mempercepat pembangunan di Kepulauan Nias. Momentum Hari Kemerdekaan, menurutnya, menjadi pengingat bahwa wilayah yang masuk kategori Terluar, Terdepan, dan Tertinggal (3T) harus terus didorong menuju kemajuan yang lebih merata.

 

"Terkait inflasi, ya kita berupaya agar bagaimana harga bahan terutama kebutuhan pokok di semua daerah itu sama. Khususnya di Kepulauan Nias, kita akan membangun Gudang Pangan di sana. Tujuannya, supaya harga di sana dan di Pulau Sumatera, sama," ujar Bobby Nasution.

 

Menurutnya, pembangunan gudang pangan di Kepulauan Nias merupakan bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan sekaligus menekan disparitas harga kebutuhan pokok antara wilayah kepulauan dan daratan Sumatera.

 

"Sebagaimana arahan Presiden RI, Bapak Prabowo Subianto untuk memastikan ketahanan pangan di seluruh daerah. Karenanya kita ingin hadirkan itu di sana (Kepulauan Nias)," ungkapnya.

 

Dalam rangkaian upacara tersebut, Gubernur Bobby Nasution juga menyematkan tanda kehormatan Satyalencana kepada sejumlah aparatur sipil negara (ASN) yang telah mengabdi selama 20 hingga 30 tahun. Selain itu, diserahkan pula remisi dan pengurangan masa pidana kepada narapidana yang memenuhi syarat.

 

Usai upacara, Bobby Nasution menyapa seluruh peserta dan pasukan upacara serta berfoto bersama Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) dan para pelajar. Selanjutnya, ia bersama rombongan mengikuti pidato kenegaraan Presiden Republik Indonesia secara virtual dari Kantor Gubernur Sumatera Utara.

(Sumber: Diskominfo Sumut)

Bobby Nasution Kukuhkan 74 Paskibraka Sumut, Tekankan Peran sebagai Teladan Persatuan

Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution mengukuhkan 74 anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Provinsi Sumut yang akan bertugas pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Bobby menegaskan, menjadi Paskibraka bukan sekadar bertugas mengibarkan Sang Merah Putih, tetapi juga menjadi teladan di tengah masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Bobby Nasution saat mengukuhkan 74 anggota Paskibraka Provinsi Sumut di Aula Tengku Rizal Nurdin, Jalan Sudirman Nomor 41, Medan, Jumat (14/8/2026).

"Menjadi Paskibraka bukan hanya PBB  atau mengibarkan bendera merah putih, maknanya lebih dari itu, karakter, disiplin, tanggung jawab, dan keteladanan yang harus bisa kalian bawa ke tengah-tengah masyarakat," kata Bobby Nasution.

Sebanyak 74 anggota Paskibraka yang dikukuhkan berasal dari 33 kabupaten/kota se-Sumut, terdiri atas 42 putra dan 32 putri dengan latar belakang yang beragam. Menurut Bobby, keberagaman tersebut menjadi simbol persatuan yang harus terus dijaga.

"Itu pelajaran penting dalam kehidupan, latar belakang berbeda, beda suku, agama, tetapi bersatu bergerak bersama. Kalian bisa jadi contoh persatuan yang sesungguhnya, kalian saling melengkapi, bukan malah terpecah," ujarnya.

Sementara itu, Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi Sumut Timur Tumanggor mengatakan, Pemerintah Provinsi Sumut terus berkomitmen membina generasi muda melalui kolaborasi dengan berbagai pihak. Ia berharap para anggota Paskibraka mampu menjaga dan mengamalkan nilai-nilai yang terkandung di balik pengibaran Sang Merah Putih.

"Kolaborasi bersama pendidikan, TNI, Polri, Ormas dan Purna Paskibraka kami berkomitmen terus memperkuat pembinaan, berupaya membentuk pemuda yang bisa menjaga nilai di balik bendera merah putih, nilai perjuangan, air mata, doa, dan kalian Paskibraka harus bisa menjadi teladannya," kata Timur.

Turut hadir pada pengukuhan tersebut Ketua DPRD Sumut Erni Ariyanti Sitorus, Wakil Gubernur Sumut Surya, pimpinan OPD terkait di lingkungan Pemprov Sumut, jajaran pelatih Paskibraka Sumut, serta Purna Paskibraka Sumut.

(Sumber: Diskominfo Sumut)

Bobby Nasution Lantik Timur Tumanggor sebagai Pj Sekdaprov Sumut, Titip Tiga Pesan

Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution melantik Timur Tumanggor sebagai Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumut menggantikan Sulaiman Harahap. Dalam pelantikan tersebut, Bobby menyampaikan tiga pesan penting yang harus dijalankan Timur selama mengemban amanah sebagai Pj Sekdaprov Sumut.

Pelantikan berlangsung di Aula Raja Inal Siregar (RIS), Kantor Gubernur Sumut, Jalan Pangeran Diponegoro Nomor 30 Medan, Jumat (14/8/2026). Prosesi diawali dengan pembacaan Surat Keputusan, dilanjutkan penandatanganan berita acara pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan.

Pelantikan dihadiri Wakil Gubernur Sumut Surya, Ketua DPRD Sumut Erni Ariyanti Sitorus, serta jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut.

Dalam arahannya, Bobby menitipkan tiga pesan penting kepada Timur Tumanggor. Pertama, menjaga kondusivitas seluruh OPD di lingkungan Pemprov Sumut dengan memperkuat kolaborasi, khususnya antara legislatif dan yudikatif, Forkopimda, serta seluruh stakeholder di Provinsi Sumut.

Kedua, Bobby mengingatkan bahwa Pj Sekdaprov juga berperan sebagai Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD). Karena itu, ia meminta Timur memprioritaskan penetapan anggaran dengan memperhatikan tiga hal, yakni mendukung kebijakan pemerintah pusat, menyukseskan RPJMD Provinsi Sumut, serta mendukung pembangunan di tingkat kabupaten/kota.

"Mohon tiga poin ini dalam anggaran kedepannya harus bisa berjalan beriringan tanpa mencederai salah satu dan hal lain," ucapnya.

Pesan ketiga, Bobby mengingatkan Timur untuk menjaga amanah dalam menjalankan tugas. Menurutnya, jabatan Pj Sekdaprov merupakan amanah yang harus dijalankan dengan baik agar masyarakat dapat merasakan kehadiran Pemprov Sumut melalui berbagai kebijakan yang dihasilkan.

"Jaga amanah, jangan ada ‘main mata’. Jangan ada korupsi anggaran, jangan ada mark up-mark up anggaran," ucapnya.

Pada kesempatan tersebut, Bobby juga menyampaikan terima kasih kepada Sulaiman Harahap yang sebelumnya menjalankan tugas sebagai Pj Sekdaprov Sumut. Ia mengapresiasi kinerja Sulaiman selama mengemban amanah tersebut.

"Pergantian Pj Sekda kali ini telah ditetapkan Pemerintah Pusat. Kami mengucapkan selamat bertugas kepada Pak Timur Tumanggor yang akan melaksanakan sebagai Pj Sekda Sumut," ucapnya.

Timur Tumanggor diketahui saat ini menjabat sebagai Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Provinsi Sumut. Sebelumnya, ia juga pernah menjabat sebagai Sekretaris Daerah Kabupaten Deliserdang.

 

(Sumber: Diskominfo Sumut)