Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Utara (Sumut) Surya menekankan pentingnya kolaborasi dan sinergi dalam bekerja kepada 188 pejabat yang baru dilantik di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut. Menurutnya, kerja sama yang kuat antarpimpinan dan perangkat daerah menjadi kunci untuk menghadirkan kinerja pemerintahan yang efektif serta pelayanan publik yang semakin baik.
Hal tersebut disampaikan Wagub Surya dalam sambutannya usai Pengambilan Sumpah Jabatan dan Pelantikan Pejabat Administrator dan Pejabat Pengawas Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut di Aula Raja Inal Siregar (RIS), Lantai 2, Kantor Gubernur Sumut, Senin (5/10/2026).
Dalam pelantikan tersebut, sebanyak 188 pejabat administrator dan pejabat pengawas dilantik, terdiri dari 71 pejabat administrator dan 117 pejabat pengawas dari berbagai organisasi perangkat daerah (OPD). Para pejabat tersebut diharapkan mampu memikul tanggung jawab dalam memimpin, menggerakkan organisasi, membangun kerja sama, membina jajaran, menyelesaikan persoalan, hingga memastikan pelayanan pemerintahan berjalan dengan baik.
"Saya berharap amanah ini diterima dengan penuh rasa syukur. Sekaligus juga dengan kesadaran bahwa semakin besar tanggung jawab, semakin besar tuntutan integritas, kemampuan dan keteladanan dalam bekerja," sebut Surya, didampingi sejumlah pimpinan OPD.
Sebagai perwujudan dari manajemen ASN berbasis talenta, Wagub menegaskan bahwa setiap jabatan perlu diisi oleh orang yang kompeten, potensial, berpengalaman, serta memiliki kemauan yang sesuai dengan kebutuhan organisasi. Karena itu, jabatan harus menjadi ruang untuk menghasilkan kinerja, bukan sekadar menjalankan kewenangan.
"Saya ingin para pejabat yang dilantik ini mampu mebuktikan kepercayaan yang diberikan memang tepat. Tentunya dengan kerja nyata serta hasil yang dapat dirasakan. Karena jabatan ini memiliki posisi sangat penting dalam roda pemerintahan," jelas Surya.
Menurut Wagub Surya, posisi pejabat administrator dan pengawas sangat penting karena berhadapan langsung dengan pelaksanaan pekerjaan, koordinasi antarpegawai, pengendalian kegiatan, dan pelayanan kepada masyarakat. Karena itu, ia mengajak para pejabat menjadi penggerak perubahan di unit kerja masing-masing.
"Bangun komunikasi yang baik, jangan biarkan persoalan kecil menjadi besar. Jika ada hambatan, segera koordinasikan dan cari jalan keluarnya. Dan yang terpenting, jangan bekerja sendiri-sendiri. Kita butuh pemerintahan yang bekerja dalam semagat kolaborasi dan sinergi," katanya.
Selain itu, Wagub Surya mengingatkan setiap perangkat daerah untuk saling mendukung dalam menjalankan tugas pemerintahan. Menurutnya, masyarakat tidak melihat satu OPD secara terpisah, melainkan melihat wajah Pemprov Sumut secara keseluruhan dalam menjawab kebutuhan publik.
"Mulailah bekerja sungguh-sungguh, responsif, disiplin dan lebih dekat dengan persoalan masyarakat. Mari kita pastikan setiap jabatan memberikan manfaat. Setiap tugas menghasilkan kinerja, dan setiap kebijakan bermuara pada peningkatan kualitas layanan serta kesejahteraan masyarakat Sumatera Utara," pungkas Wagub Surya.
(Sumber: Diskominfo Sumut)
Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution melantik tiga pejabat pimpinan tinggi pratama di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut. Dalam pelantikan tersebut, Bobby menekankan pentingnya target capaian pembangunan yang terukur, berbasis data, serta didukung kolaborasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD).
Pelantikan dan pengambilan sumpah/janji jabatan tersebut berlangsung di Aula TRN, Rumah Dinas Gubernur, Jalan Sudirman Nomor 41 Medan, Jumat (18/9/2026). Tiga pejabat yang dilantik yakni Terang Dewi Susantri Ujung sebagai Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Rudi Hadian Siregar sebagai Kepala Biro Umum Setdaprov Sumut, serta Evan Botung Daulay sebagai Kepala Biro Perekonomian Setdaprov Sumut.
"Harapan kami, anda bisa menjalankan amanah, tugas dengan sebaiknya. Karena jabatan itu nantinya harus anda pertanggungjawabkan, terutama di hadapan Tuhan Yang Maha Esa," ujar Gubernur didampingi Wakil Gubernur Surya, Pj Sekdaprov Timur Tumanggor serta seluruh pimpinan OPD Pemprov Sumut.
Dalam sambutannya, Gubernur Bobby Nasution menekankan pentingnya target capaian pembangunan di setiap sektor. Pada sektor pariwisata, pemerintah perlu melakukan intervensi yang tepat agar jumlah kunjungan wisatawan ke berbagai destinasi di Sumut terus meningkat.
"Saya berharap selesai pelantikan, bagaimana bisa meningkatkan jumlah wisatawan melalui berbagai event. Bukan harus seremonial, yang terpenting berbasis data yang akurat, apa yang harus diintervensi oleh Pemprov Sumut," jelas Gubernur Bobby Nasution.
Bobby juga menekankan perlunya perencanaan yang baik dan penjabaran target capaian dalam periode waktu tertentu. Menurutnya, pengembangan pariwisata juga membutuhkan kolaborasi dengan OPD lainnya, termasuk pembangunan infrastruktur sebagai salah satu pendukung utama.
"Jumlah wisatawan kita ini sangat rendah, 200 ribu (kunjungan) per tahun. Sedangkan di tempat lain, bahkan provinsi di negara tetangga angkanya bahkan di atas 2 Juta, dan kita hanya 10 persennya. Targetnya juga bukan hanya jumlah kunjungan, tetapi berapa lama wisatawan itu tinggal, dimana semua OPD juga mendukung Disbudparekraf," jelas Gubernur Bobby Nasution.
Kepada Kepala Biro Perekonomian Setdaprov Sumut, Bobby berpesan agar memperkuat kolaborasi dengan dunia industri, sektor pertanian dan perikanan, serta Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Hal tersebut dinilai penting, terutama dalam merespons berbagai keluhan masyarakat terkait stabilitas harga bahan pokok.
"Perhatikan indikator makro ekonomi, dan jadilah orang tua bagi BUMD serta jangan mempersulit rencana bisnis," ujar Bobby.
Sementara itu, kepada Kepala Biro Umum Setdaprov Sumut, Bobby menekankan pentingnya efisiensi penggunaan anggaran dalam setiap kegiatan. Belanja pemerintah, menurutnya, harus memperhatikan efektivitas, manfaat, dan kebutuhan kerja.
"Untuk kita semua, tolong jauhi korupsi, pungli atau hal yang merugikan masyarakat, merugikan keuangan negara. Apalagi beberapa waktu lalu kita baru dengar paparan dari KPK," sebut Gubernur.
Senada dengan pesan tersebut, Kepala Disbudparekraf Sumut Terang Dewi Susantri Ujung mengatakan akan menjalankan tugas sesuai instruksi Gubernur Sumut Bobby Nasution. Pihaknya juga akan menyusun rencana pembangunan dan target capaian yang terukur, terutama untuk pelaksanaan program pada tahun anggaran 2027.
(Sumber: Diskomnfo Sumut)
Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution mengharapkan forum Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT) menghasilkan langkah konkret berupa penurunan hambatan lintas batas, proyek dan investasi, serta peningkatan nilai tambah ekonomi. Seluruh langkah tersebut diharapkan memberikan dampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
Hal itu disampaikan Gubernur Bobby Nasution dalam sambutannya pada acara Makan Malam Bersama Pertemuan Tingkat Menteri IMT-GT ke-32 Tahun 2026 di Grand Ballroom Hotel JW Marriott, Medan, Rabu (9/9/2026) malam. Hadir di antaranya Menteri Dalam Negeri RI Muhammad Tito Karnavian, Menteri Ekonomi Malaysia Akmal Nasrullah, Gubernur Perlis Abu Bakar Hamzah, Wakil Menteri Dalam Negeri Thailand Sasithorn Palattadej, Gubernur Trang Songklod Sawar Gwong, Wakil Gubernur Sumut Surya, Pj Sekdaprov Sumut Timur Tumanggor, serta para pejabat dari tiga negara.
Pertemuan IMT-GT, kata Bobby Nasution, merupakan forum strategis untuk mengubah kedekatan geografis ketiga negara di kawasan Selat Malaka menjadi keunggulan ekonomi bersama. Sejalan dengan visi Tahun 2036, kerja sama ini diarahkan untuk membangun subkawasan yang semakin terintegrasi, kompetitif, inklusif, dan berkelanjutan dengan manfaat yang nyata dan merata bagi masyarakat.
“Pembahasan Chief Ministers’ and Governors’ Forum (CMGF) ini menegaskan perlunya IMT-GT bergerak dari agenda kerja sama menuju implementasi yang terukur dan berdampak. Mendorong intergrasi agenda hijau (pelestarian lingkungan), proyek siap investasi khususnya pengelolaan sampah dan ekonomi dengan mobilitas rendah karbon, efisiensi energi serta ketahanan banjir,” ujar Bobby Nasution.
Bagi ketiga negara, Gubernur berharap IMT-GT dapat mendorong perluasan akses pasar, memperkuat perdagangan dan konektivitas, meningkatkan nilai tambah dan daya saing, serta mendorong kolaborasi di bidang pariwisata, pengembangan sumber daya manusia (SDM), dan inovasi untuk mendukung pertumbuhan ekonomi bersama. Sebagaimana Sumatera Utara, manfaat forum ini harus dapat tercermin melalui penguatan konektivitas pelabuhan dan kawasan ekonomi ke pasar regional hingga peningkatan nilai tambah komoditas.
“Dalam konteks ini Sumatera Utara siap memperkuat peran dalam IMT-GT melalui penyelarasan prioritas, penyiapan proyek siap investasi dan kolaborasi lintas sektor untuk mendorong manfaat ekonomi nyata bagi daerah,” jelasnya.
Karena itu, lanjut Gubernur, keberhasilan pertemuan 32 provinsi dan negara bagian di tiga negara tersebut dapat diukur melalui penurunan hambatan lintas batas, realisasi proyek dan investasi, serta peningkatan perekonomian masyarakat. Dengan demikian, kerja sama IMT-GT tidak hanya berhenti pada kesepakatan, tetapi berlanjut menjadi aksi nyata, dengan Sumatera Utara sebagai salah satu dari 10 provinsi di Sumatera yang tergabung dalam forum IMT-GT.
Senada dengan itu, Menteri Dalam Negeri RI Muhammad Tito Karnavian menyebutkan bahwa kerja sama nyata harus dapat dilahirkan dari pertemuan tersebut. Hal itu sejalan dengan semangat awal pembentukan forum IMT-GT pada 1993, ditambah keterlibatan Asian Development Bank (ADB) sebagai mitra pembangunan daerah sejak 2007.
Selain itu, lanjut Mendagri, 10 provinsi di Indonesia yang berada di wilayah Sumatera dan tergabung dalam IMT-GT memiliki potensi yang sangat luar biasa. Dengan kedekatan geografis tersebut, tiga negara diharapkan mampu mengakselerasi pertumbuhan ekonomi sehingga memiliki daya saing tinggi di tingkat dunia, sekaligus membuktikan nilai strategis kerja sama regional selama lebih dari tiga dekade.
“Ke depannya, IMT-GT harus terus berkembang. Tidak sekadar menjadi forum dialog, tetapi bertransformasi menjadi wadah yang menghasilkan proyek-proyek konkret dan terukur dengan manfaat langsung bagi masyarakat.”
Kepada tuan rumah pelaksanaan Forum IMT-GT, Tito mengapresiasi dukungan penuh Gubernur Bobby Nasution dalam menyukseskan kegiatan tersebut. Sebab, meskipun program ini menjadi tanggung jawab Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Provinsi Sumut telah memberikan pelayanan terbaik bagi para tamu dari dua negara tetangga.
“Saya tahu anda telah bekerja keras untuk mempersiapkan acara ini. Sekali lagi saya berterimakasih,” sebut Tito Karnavian yang mewakili Pemerintah Indonesia pada pertemuan tersebut.
(Sumber: Diskomnfo Sumut)
Rangkaian kegiatan Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT) mulai berlangsung di Sumatera Utara (Sumut). The Chairman of IMT-GT Joint Business Council (JBC) Indonesia Sjahrian Harahap berharap pertemuan tersebut dapat memperkuat sinergi ketiga negara sekaligus mendorong lahirnya investasi dan kemitraan bisnis yang konkret.
“Pertemuan JBC di Medan ini diharapkan dapat memperkuat sinergi ketiga negara sebagai mesin pertumbuhan ekonomi utama di Asia Tenggara melalui aksi nyata dan pembukaan peluang investasi baru,” kata Sjahrian saat Joint Business Council (JBC) Meeting di JW Marriott Medan, Senin (7/9/2026).
Menurut Sjahrian, forum tersebut menjadi momentum untuk mentransformasi semangat kerja sama segitiga pertumbuhan menjadi investasi riil dan kemitraan bisnis yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat.
"Hari ini lebih dari sekadar pertemuan. Ini adalah kesempatan untuk mengubah semangat kerja sama menjadi kemitraan bisnis nyata, investasi nyata, dan dampak ekonomi nyata," ujar Sjahrian.
Sjahrian menekankan, ketiga negara memiliki kekuatan fundamental yang besar di berbagai sektor, mulai dari perdagangan, pertanian, manufaktur, pariwisata, logistik, ekonomi digital, industri halal, energi, hingga infrastruktur.
Karena itu, para pemimpin bisnis yang hadir diharapkan tidak sekadar menjadikan platform IMT-GT sebagai tempat bertukar gagasan, tetapi juga sebagai sarana untuk menghasilkan kesepakatan, mengembangkan proyek, serta membuka pasar baru.
“Saya berharap rapat JBC ini berjalan produktif, bermakna, dan sukses. Bersama-sama, mari kita hubungkan bisnis, ciptakan peluang, dan ubah kerjasama menjadi kesejahteraan. Terima kasih dan selamat datang di Medan," kata Sjahrian kepada para delegasi yang hadir.
Sementara itu, Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Dinas Komunikasi dan Informatika Sumut Porman Mahulae mengatakan, dalam rangkaian kegiatan IMT-GT juga akan dilaksanakan penandatanganan kesepakatan bersama antara 10 gubernur se-Sumatera.
Kesepakatan tersebut diharapkan dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat Sumut, khususnya masyarakat di Pulau Sumatera.
“IMT-GT telah mulai dilaksanakan, diharapkan akan membawa dampak nyata bagi perekonomian regional, khususnya Sumut atau Sumatera,” kata Porman.
(Sumber: Diskominfo Sumut)